Taylor Swift : Fearless (Taylor’s Version) Review

Fearless (Taylor Version) ini bukanlah sekedar album recording ulang biasa yang dibuat hanya untuk bernostalgia semata. Ada misi penting yang dilakukan oleh Taylor Swift untuk melawan industry musik dan mencoba mengambil kembali haknya.

Nampaknya selama beberapa bulan ke depan akan menjadi waktu yang sangat sibuk bagi Taylor Swift. Pasalnya Taylor Swift mengumumkan untuk melakukan proses rekaman ulang 6 album studio pertamanya. Langkah ini diambil setelah permasalahan Taylor Swift dengan label rekaman lamanya Big Machine Records mengenai hak atas master dari keenam album pertamanya tak kunjung menemui titik terang. Album Fearless ini sebagai langkah awal Taylor Swift untuk menjalankan projek ambisiusnya yaitu merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.

Pada album Fearless (Taylor Edition), Taylor Swift secara sengaja kembali menggaet orang-orang yang sama ketika mereka merekam dan mengerjakan album Fearless ditahun 2008. Christopher Rowe kembali dipercaya untuk mengerjakan departemen instrumen di album ini. Selain berisikan 20 track orisinal asli album Fearless, Album re-recording ini juga menyertakan 6 lagu tambahan berupa b sides yang dulu direkam oleh Taylor pada saat sesi rekaman album Fearless ditahun 2008.

Album Fearless (Taylor Edition) ini seperti kembali membuka lembaran-lembaran lama dari buku diary harian milik Taylor Swift. Nuansa nostalgia menyelimuti perasaan ketika mendengarkan album ini. Album ini kembali mengingatkan Taylor Swift ketika masih murni memainkan genre country pop dan belum banyak bermain dengan berbagai elemen synth pop dan musik elektronik. Taylor kembali menggunakan beragam alat music string tradisional seperti banjo, akustik gitar, fiddle sebagai sumber utama timbre instrumen di album ini.   

Baca Juga : Playlist City Pop Jepang Pengarung Kehidupan Malam

Membedah keseluruhan album Fearless (Taylor Version) ini tentu ada gap perbedaan yang muncul dengan versi aslinya. Album re-recording ini memiliki kualitas post produksi sound yang lebih clean, dan bright. Improvement secara signifikan terutama  terdengar jelas pada departemen gitar, dimana hasilnya terdengar lebih clinical dan tajam. Perubahaan lainnya yang bisa dirasakan langsung adalah warna vocal dari Taylor sendiri. Dibanding dengan vocalnya ketika di usianya yang masih belia Jelas tarikan warna vocal Taylor Swift yang sekarang lebih matang secara teknik.

Taylor Swift seakan mengenal lebih dalam lagi masing-masing ekspresi dan perasaan setiap lagu di album lamanya ini. Ketimbang bertingkah naif dengan banyak mengambil nada-nada tinggi dan bernuansa riang. Pada album re recording ini Taylor lebih bisa melibatkan emosionalnya ke dalam warna vokalnya. Sehingga vokalnya kali ini bisa menceritakan secara lebih nyata mengenai campur aduk perasaan seperti keputusasaan, patah hati, dan nuansa romansa yang terangkum penuh di album ini. Lagu-lagu seperti “Tell Me Why”, “Change”, “Forever and Always” merupakan 3 buah track yang pantas disebut untuk mengukur perubahaan vocal Taylor secara signifikan. “Forever and Always” sendiri merupakan track yang mendapatkan perlakuan khusus di album ini. Aransemennya cukup mengalami banyak perubahan dibanding versi aslinya. Taylor mencoba pendekatan berbeda dengan menurunkan tempo dan memasukan aransemen piano yang lembut untuk melatari lagu balada yang manis ini.

Lirik yang dibawakan tidak ada yang berubah sedikitpun, dimana kisah-kisah emosional mengenai perjalanan cinta remaja masih dijadikan topik utama di album ini. Mungkin terdengar sedikit cheesy bila Taylor dengan usianya yang sekarang menyanyikan tentang kisah kisah romansa picisan  tersebut. Tetapi beberapa lagu yang menyinggung masalah patah hati justru terdengar lebih relate dengan kondisi yang dialami Taylor sekarang. Lagu “Fifteen” bisa dijadikan contoh karena lagu tersebut seolah seperti menggambarkan kisah perjalanan Taylor Swift mulai dari bergabung dengan Big Machine Records kemudian Taylor harus kehilangan segalanya dan mencoba untuk mengulang masa lalu namun tidak bisa. Tetapi akhirnya dirinya yakin bahwa ada sesuatu yang lebih besar menunggunya dan bisa mendapatkannya di kemudian hari.

Album Fearless (Taylor Version) ini bukanlah sekedar album recording ulang biasa yang dibuat hanya untuk bernostalgia semata. Ada misi penting yang dilakukan oleh Taylor Swift untuk melawan industry musik dan mencoba mengambil kembali haknya. Langkah ini pun terbilang ampuh. Selain dari aransemen musik yang bisa dikatakan melampaui dari album aslinya. Secara prestasi album Fearless (Taylor Version) ini sudah bisa disejajarkan dari album Fearless aslinya bahkan berpotensi untuk merengkuh lebih banyak lagi penghargaan musik bergengsi di masa yang mendatang.

Rating : 9/10

Baca Juga : Rina Sawayama : Sawayama Review

Leave a Reply

Your email address will not be published.