Hus Kingpin : Portishus Review

Portishus merupakan sebuah jawaban ketika ada yang bertanya-tanya mengapa Beth Gibbons dan kolega tidak membuat Portishead menjadi sebuah project hip hop. 26 tahun berlalu barulah muncul album Portishus yang bisa menjawab rasa penasaran tersebut.

Hus Kingpin merupakan seorang underground rapper yang lahir di Long Island dan sekaligus juga merupakan tempat lahirnya rapper-rapper legendaris seperti Roc Marciano, Chuck D (Public Enemy), EPMD, dan Prodigy (Mobb Deep). Hus kingpin bisa dibilang merupakan seorang rapper dengan nilai produktifitas tinggi. Karena meskipun usia karirnya masih berusia sebiji jagung. Hus Kingpin sudah banyak menelurkan EP, full length, dan mixtape selama kurang dari 2 dekade.

Tahun ini Hus Kingpin kembali merilis album full length untuk kesekian kalinya dan seperti biasanya Hus Kingpin berkolaborasi dengan beberapa rapper. Kali ini Hus Kingpin mengundang rapper-rapper muda lainnya seperti Willie The Kid, Ransom, Smoovth, dan Vinnie Paz yang notabenenya merupakan rapper muda asal East-Coast sama dengan tempat kelahiran dari Hus Kingpin.

Portishus dipilih oleh Hus Kingpin sebagai judul dari album studio terbarunya ini. Karena seperti yang dIungkapkan sendiri oleh Hus Kingpin bahwa album Portishus ini terinspirasi penuh oleh karya dari band experimental / trip hop asal Inggris, Portishead. Hus Kingpin terobsesi dengan album Dummy milik Portishead, dimana pada album tersebut, Portishead mampu menyulap elemen-elemen sound elektronik (loop drum machine, scratch, sampling, delay effect) untuk menghasilkan nuansa ekspresif, meditatif, dan dapat memancarkan aura yang dapat menjangkau feeling secara personal. Dapat dikatakan album Dummy merupakan sebuah album game changer yang mematahkan persepsi orang bahwa musik elektronik tidak bisa menghasilkan musik yang memiliki ekspresi dan jiwa.

Baca Juga : Mos Def & Talib Kweli Are : Black Star Review

Namun Hus kingpin tidak secara langsung mengambil sampling-sampling sound yang ada pada materi-materi Portishead seperti yang dilakukan oleh The Notorius B.I.G yang mengambil sampling lagu The Isle Brothers secara langsung untuk single tersohornya, Big Poppa. Tetapi Hus Kingpin lebih terinspirasi untuk menciptakan instrumensasinya sendiri dengan feeling, dan spektrum yang serupa dengan album Dummy milik Portishead.

Hasilnya instrumensasi pada album Portishus menghasilkan sound yang terdengar lebih moody. Perpaduan antara elem lo-fi jazz, keyboard psychedelic dengan nada-nada minor membungkus nuansa album ini agar terdengar lebih watery. Hus Kingpin juga masih tertarik pada beat-beat boom bap tradisional minimalistik untuk melakukan simplifkasi terhadap instrument section. Sehingga hus kingpin bisa lebih leluasa untuk bereksplorasi untuk menghasilkan flow-flow luwes dan beragam.

Berbicara tentang flow, Hus kingpin memang nampaknya sengaja untuk membuat flow yang terdengar lebih menyatu dengan sektor instrumen. Dibandingkan menghasilkan flow-flow agresif, hardcore yang kontradiktif. Hus Kingpin lebih tertarik menggunakan flow yang lebih mengalir dan lebih terfokus untuk merangkai bait-bait liriknya agar terdengar on point pelafalanya. Hus Kingpin hanya menerapkan apa yang dikatakan oleh Rakim, bahwa Rap adalah masalah tentang rhyme dan poerty. Sehingga Hus Kingpin juga lebih mendorong para audiencenya untuk tidak hanya berfokus mendengarkan teknik rappingnya, tetapi juga bisa fokus dengan tema lirik yang ia coba sampaikan di album ini.

Album Portishus merupakan sebuah jawaban ketika ada yang bertanya-tanya mengapa Beth Gibbons dan kolega tidak membuat Portishead menjadi sebuah project hip hop pada saat kemunculannya. 26 tahun berlalu barulah muncul album Portishus yang bisa menjawab rasa penasaran tersebut.

Rating : 8.5/10

Baca Juga : Rakim Allah The God MC – Depth Analysis

Leave a Reply

Your email address will not be published.