Mos Def & Talib Kweli Are : Black Star Review

Black Star seperti mengembalikan kodrat kultur musik hip hop era 80’an, dimana pada masa tersebut musik hip hop lebih mengedepankan nilai-nilai kultur kulit hitam, dan juga kritik-kritik mengenai politk dan kehidupan sekitar.

Selepas insiden penembakan mengerikan yang menyebabkan tewasnya rapper fenomenal asal Brooklyn, New York, The Notorious B.I.G. Kehidupan scene hip hop New York mengalami perubahan. Persaingan dengan scene West Coast hip hop yang sebenarnya terlalu dilebih-lebihkan dan dieksploitasi oleh media akhirnya mereda. Tetapi nampaknya scene New York hip hop tidak mau mengalami masa berkabung lama-lama untuk melepas kepergian Biggie. Juli tahun 1997, scene New York hip hop kembali mencuri perhatian dunia musik, lewat album debut yang dirilis oleh Puff Dady (Bad Boys Records) bersama tim produsernya, The Hitmen. Album berjudul No Way Out milik Puff Daddy sukses besar baik secara komersil maupun dalam memberikan pengaruh signifikan terhadap scene hip hop saat itu.

Sementara Puff Daddy sedang menikmati masa kejayaanya, scene hip hop New York masih menjadi “surga” bagi para penggiat scene underground hip hop di kota ini. Beberapa tempat seperti Washington Square & Underground Radio menjadi tempat sakral berkumpulnya para rapper-rapper amatiran untuk freestyle, beatbox, atau battle rap dengan para rapper lainnya. Tempat-tempat ini menjadi saksi lahirnya beberapa rapper muda berbakat yang menjadi cikal bakal penerus scene New York hip hop, diantaranya nama-nama seperti El-P, Black Thought (The Roots), Supernatural, Mos Def, dan Talib Kweli.


Mos Def & Talib Kweli keduanya bertemu dan kemudian sepakat untuk merekam sebuah album studio dan diberi judul Black Star. Kemudian album Black Star dirilis oleh sebuah label hip hop, yakni Rawkus Record. Lewat album debutnya, Mos Def & Talib Kweli tidak hanya menjadi sekedar duo hip hop pendatang baru. Tetapi mereka menjadi ujung tombak perwakilan dari scene underground New York hip hop dalam menyuarakan pendapat & aspirasinya.

Black Star menyajikan materi-materi hip hop dengan elemen-elemen yang sangat mengakar dengan style asli New York hip hop. Mereka mengaku bahwa penulisan album ini banyak terpengaruh dengan musik New York Jazz maupun album album New York Hip Hop lawas yang dikeluarkan oleh Krs-One, A Tribe Called Quest, dan Boogie Down Production. Boom bap beat menjadi backbone ketika Mos Def dan Talib Kweli mengambil alih untuk berimprovisasi dengan rhyme dan flownya. Produksi soundnya terkesan cleanny meski notabenenya dirilis oleh label underground. Secara keseluruhan kualitas sound yang ditawarkan terdengar fresh tapi masih dapat recapture elemen-elemen vintage dari musik hip hop 80’an. Snare sound dikonsepsi dengan daya hantam yang keras digabungkan dengan elmemen sound synth icy yang dapat menggambarkan secara langsung mengenai nuansa perkotaan New York yang dingin, dan dipenuhi dengan area-area pemukiman.

Mereka memang tengah merintis karirnya untuk menjadi sosok figur superstar hip hop . Tetapi baik Mos Def maupun Talib Kweli dibesarkan dari scene underground, masih membawa pengaruh dan attitude yang biasa mereka lakukan ketika masih sering bercengkrama dengan scene underground hip hop. Elemen freestyle seperti menggunakan beragam tema lirik berbeda, penggunaan metafora-metafora meluas membuat album Black Star ini memiliki range dinamis secara tema dan konsep lirik. Album ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan apa yang dilakukan Puff Daddy ketika dirinya melepas album No Way Out, dimana persamaanya adalah keduanya mencoba untuk menanggalkan lirik-lirik yang berhubungan dengan tema dan kultur gangster. Tetapi perbedaanya dengan apa yang dilakukan Puff Daddy, Black Star lebih terfokus untuk menceritakan tentang kelestarian dari kultur-kultur kulit hitam. Mos Def & Talib Kweli menyampaikan bait demi bait liriknya dengan pendekatan flow agresif, penggunaan slang word rebellious. Sehingga makna dari setiap liriknya bisa langsung tersampaikan secara langsung dan tepat mengenai sasaran.

Baca Juga : Rakim Allah The God MC – Depth Analysis

Dibalik tujuan utamanya dalam menceritakan kelestarian kultur budaya kulit hitam. Black Star turut disisipi dengan lirik-lirik yang bernilai kritis dan filosofis. Seperti pada lagu “Definition” & “Re-Definition”, keduanya mengkritik dengan keras mengenai peristiwa penemebakan 2PAC & Biggie. Sementara lagu “K.O.S (Determenation)” duo Mos Def, & Talib Kweli secara jenius dan runtut menceritakan mengenai filosofi kehidupan dengan makna mendalam. Black Star seperti mengembalikan kodrat hip hop tahun 80’an, dimana musik-musik hip hop lebih mengedepankan nilai-nilai kultur ras kulit hitam dan juga mengangkat tema lirik mengenai kesadaran dan kritik akan politk dan kehidupan sekitar.

Berbicara tentang Mos Def & Talib Kweli mereka tidak hanya handal membuat lirik-lirik brilliant. Tetapi skill dalam mendelivery rhyme dan flow dari masing-masing individu terdengar sudah seperti seorang superstar. Mereka mampu menciptakan rhyme scheme dan kemudian diimplementasikan pada bar secara kontiniu dan secara konsisten.

Berkat cemerlangnya duo Mos Def & Talib Kweli, Black Star mendapatkan penghargaan platinum dan disejajarkan dengan album-album hip hop top dari grup sekelas De la Soul, A Tribe Called Quest, Gang Starr. Tetapi yang menjadi catatan menarik disini, Mos Def & Talib Kweli baru merintis karirnya menjadi rapper professional, namun justru sudah diganjar oleh penghargaan setara dengan para rapper verteran. Ini semakin menegaskan bahwa untuk menjadi seorang rapper yang hebat sebenarnya bukan persoalan tentang popularitas, dan fame. Tetapi seperti apa yang digambarkan Rakim pada lagunya, “Follow The Leader” bahwa rap adalah tentang ritme dan puisi. Jadi barangsiapa yang bisa membuat beat dengan lirik-lirik menarik, maka dialah yang akan menjadi sosok rapper hebat dan terpandang.

Baca Juga : Makaveli : The Don Killuminati (The 7 Days Theory) Review


Rating : 9.5 / 10

Leave a Reply

Your email address will not be published.