Album Soul Terbaik Diluar Rilisan Motown & Stax Records

-Album Soul Terbaik Diluar Rilisan Motown & Stax Records-

Ketika sebuah kultur sudah memiliki identity shift berati kultur tersebut sedang menjajaki kasta tertingginya. Tetapi musik soul bukan hanya sebuah kultur yang dibekali dengan identity shift. Kultur musik soul telah berhasil menanamkan identiy shiftnya ke dalam setiap hati, pikiran, dan raga dari masyarakat afro-amerika. Soul sendiri merupakan musik yang diciptakan komunitas afro-amerika pada sekitar dekade 50’an. Soul merupakan hasil hibridisasi dari musik gospel tradisional afro-amerika dan musik rhythm tradisional Afrika.

Early Days of Soul Music

Album Soul

Kembali kepada filosofi awal soul. Soul memiliki filosofi dan pesan yang lebih luas dari hanya sekedar pengembangan kultur musik dan kesuksesan kebudayaan secara komersil. Tetapi soul mampu merefleksikan kepekaan terhadap isu-isu yang muncul dan berkaitan dengan komunitas kulit hitam. Pada saat itu, komunitas kulit hitam sedang menuntut hak kesetaraanya lewat pergerakan dan slogan yang sampai sekarang dikenal dengan sebutan Black Power. Pergerakan Black Power muncul pada dekade 60’an dan secara bersamaan juga pengembangan musik soul didekade ini semakin berkembang.

Di era tersebut soul tidak hanya menyediakan fondasi bagi setiap aspek musik kontemporer. Tetapi soul juga digunakan masyarakat kulit hitam sebagai kendaraan dalam menyuarakan aspirasi-aspirasi Civil Right dari pergerakan Black Power. Memasuki dekade 70’an keadaan lebih membaik. The Rise of Middle Black Class telah merubah kelas dan status socialeconomic masyarakat afro-amerika menjadi lebih stabil. Kehidupan masyarakat kulit hitam di Amerika mulai mendapatkan kesetaraan haknya untuk menyandang pendidikan yang tinggi, mendapatkan pekerjaan yang lebih layak, hingga mendapatkan proteksi kehidupan yang lebih aman dan tentram.

Pada dekade ini, musik soul masih dijadikan trajektori oleh komunitas kulit hitam untuk kepentingan politiknya. Tetapi perbedaanya, pada titik ini musik soul lebih berkembang secara musikalitas. Soul cepat mengadopsi elemen-elemen musik yang sedang populer. Sehingga muncul musik-musik soul dengan gaya-gaya berbeda seperti funk soul, southern soul, psych soul, disco soul, dan lain sebagainya. Sementara itu dampak post era dari Civil Right yang dirasakan adalah. Media publikasi kulit hitam semakin gencar memperkenalkan seluruh aspek dari kebudayaan kulit hitam termasuk musik. Sehingga ekspansi tersebut secara langsung telah menarik minat warga Amerika keseluruhan terhadap musik dan kebudayaan dari kulit hitam.

Birth of Stax & Motown Records

Album Soul : Stax

Era kesuksesan soul yang dialami pada dekade 60 hingga 70’an tentunya tidak terlepas dari peran penting label musik yang muncul pada era tersebut. Saat itu ada banyak label-label yang merilis berbagai katalog album musik soul. Tetapi terdapat 2 label yang paling mendominasi pada masa itu yakni Motown & Stax. Dominasi dari Stax dan Motown sampai-sampai memunculkan sebuah kalimat yang berbunyi.

Tanyakan 10 penggemar musik soul mengenai album terbakinya. Maka 7 dari 10 orang tersebut akan memilih album yang dirilis diantara kedua label tersebut.

Selain keduanya sukses secara komersial. Baik Stax maupun Motown sangat vital perannya dalam membentuk dan mempertajam rasa dari musik soul itu sendiri. Stax records yang didirikan oleh Jim Stewart pada tahun 1957 dan diisi oleh artist musik soul yang paling berpengaruh seperti The house band, Booker T. dan the MG’s. Bahkan ketika Stax “pisah ranjang” dengan Atlantic Records pada pertengahan dekade 60’an tidak membuat Stax goyah. Stax kembali berhasil mendatangkan talenta soul berpengaruh lainnya seperti Isaac Hayes, Otis Redding, Rufus Thomas, Johnnie Taylor, dan masih banyak lagi. Stax juga dikenal sebagai label yang menjadi naungan para artist southern soul.

Album Soul : Motown

Sementara Motown Records punya masa aktif yang lebih panjang dari Stax. Didirikan oleh seorang penulis lagu Berry Gordy. Motown justru mencapai masa keemasanya di era 70’an ketika Stax records mengalami masa kebangkrutannya pada pertengahan 70’an. Berbeda dengan Stax, Motown merekrut talenta yang memiliki background musik yang lebih terpelajar. Beberapa diantarnya berasal dari musisi jazz yang kemudian disulap oleh Berry Gordy untuk dijadikan musisi soul. Selain itu orientasi pasar Motown lebih luas dengan mengenalkan kebudayaan musik soul pada masyarakat kulit putih Amerika sejak dini. Artist-artist soul yang berada di bawah naungan Motown, diantaranya Stevie Wonder, Marvin Gaye, The Miracles, Diana Ross ,The Supreme, dan masih banyak lagi.

Stax & Motown Competition

Album Soul : Stax vs Motown Competition

Sejatinya tidak ada persaingan secara resmi yang dilemparkan dari kedua belah pihak. Persaingan ini muncul dari segelintir fans musik soul yang berdebat mengenai label soul mana yang hebat. Karena keduanya memiliki kelebihan yang bertolak belakang meski sama-sama dalam naungan musik soul. Stax records piawai dalam merekrut talenta-talenta yang potensial tetapi belum terlatih secara matang. Stax juga mampu mengeluarkan katalog album soul yang memiliki pendekatan lebih experimental. Sementara Motown lebih jeli dalam melihat peluang. Motown lebih memilih untuk merekrut musisi yang lebih “terpelajar”. Motown lebih piawai dalam memproduksi jajaran diskografi musik soul agar bisa diterima oleh masyarakat luas.

Lantas bagaimana nasib 3 orang tadi yang tidak memilih keduanya? Well sebenarnya ada perusahaan label rekaman musik soul diluar Stax dan Motown yang tetap memberikan sumbangasih terhadap perkembangan soul. Yaitu dengan merilis album-album soul yang cukup essential dan laku dipasaran. Album apa saja itu? Mari simak list berikut mengenai 10 album soul terbaik yang dirilis diluar label Motown dan Stax Records.

Baca Juga : 10 Album GDR Jazz Paling Berpengaruh

10. Millie Jackson – Caught Up (Spring Records)

Album Soul : Millie Jackson - Caught Up

Mildred Virginia Jackson atau biasa dipanggil Millie Jackson merupakan penyanyi diva soul kelahiran Georgia, United States. Sepanjang karir Millie, dia pernah menerima penghargaan Gold RIAA sebanyak 3x. “Caught Up” menjadi salah satu album yang menyumbangkan penghargaan Gold RiAA pada Millie. Album “Caught Up” merupakan album studio ke-4 Millie yang dirilis pada tahun 1974 di bawah naungan label Spring Records. “Caught Up” merupakan album yang melambungkan nama Millie hingga mengantarkan dirinya untuk meraih peringkat ke 4 pada US Billboard untuk pertama kalinya. Secara instrumensasi album ini banyak mengandalkan elemen-elemen funky bassline, jazzy saxphone, serta mellotron.

Album ini juga memiliki vibe sound classic yang lumayan strong. Seingat saya jarang ada album soul yang bernuansa classic sepekat album ini. Tetapi yang membuat album ini begitu spesial adalah karakteristik vokal Millie yang begitu menonjol. Tone vokal miliknya terdengar lebih raw, lengkinganya begitu powerfull, dan emosinya yang meledak-ledak dalam membawakan lagu. Perfomance Millie yang begitu ciamik telah sukses membuat pasang telinga tertuju pada Millie seutuhnya. Terlebih lagi Millie sanggup menyanyikan lagu bernuansa balad dengan manis namun tanpa kehilangan powernya sedikitpun.

9. Gil Scott-Heron – Pieces of a Man (RCA Studios)

Album Soul : Gil Scott-Heron - Pieces of a Man

1971 merupakan masa-masa suram dan depresif bagi Gil Scott Heron. Selama tahun tersebut, Gil melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa orang-orang dilingkunganya mengalami kejadian-kejadian tragis. Kematian fisik secara bertahap, hingga PHK besar-besaran yang terjadi di lingkungannya telah membentuk Gil menjadi seorang pria tangguh. Gil Scott kemudian menginterpretasikan kejadian memilukan tersebut lewat album musiknya berjudul “Pieces of A Man“. “Pieces of A Man” dirilis pada tahun 1971 dan merupakan album studio ke-2 milik Gil.

Album “Pieces of a Man” bukan merupakan sebuah album soul yang manis dan romantis. Tetapi album ini murni kesedihan dari realita kehidupan yang ada. “Pieces of a Man” secara runtun menceritakan sesosok manusia yang tadinya berpandangan optimis terhadap kehidupan, lalu berubah seketika ketika kemalangan mulai menimpanya secara perlahan. Terdengar ekspresi kesedihan pada melody dan vokal yang dihasilkan Gil. Melody-melody musik dan warna vokal Gil terdengar gelap, dan murung ketika menarasikan setiap bait liriknya di album ini.

8. Sly and The Family Stone – Stand! (Epic Records)

Album Soul : Sly and The Family Stone - Stand!

Sly and The Family Stone pernah menggemparkan Woodstock pada tanggal 16 Agustus 1969. Kelompok Soul asal San Francisco ini sukses membuat 400 ribu crowdnya mendapatkan pengalaman menyaksikan konser terbaik dalam hidup mereka. Apa yang membuat Sly and The Family Stone bisa begitu sukses?. Well beberapa bulan sebelum peristiwa monumental itu terjadi tepatnya pada 3 Mei 1969. Sly and The Family Stone merilis album studio ke-4 nya yang berjudul “Stand“. Sampai saat ini “Stand” merupakan album tersukses yang pernah dibuat Sly and The Family Stone semasa karirnya. Album ini sukses melejitkan singel-singel ternama seperti “Sing a Simple Song”, “I Want to Take You Higher”, “Stand!”, dan “Everyday People”.

Selain melejitkan single-single hit, yang membuat album ini begitu sukses adalah corak musik yang dibawakan. Meski album “Stand!” berlabel soul tetapi album ini sedikit banyak mengimplementasikan elemen-elemen sound psych. Seperti diketahui bahwa musik psych pada saat itu sedang naik pamornya. Secara keseluruhan album “Stand!” memiliki sound yang lebih “Acid” daripada album soul lainnya. Tetapi strategi inilah yanng membawa Sly and The Family Stone mencicipi kesuksesannya secara komersial.

7. The O’Jays – Black Stabbers (Philadelphia International / Epic Records)

Album Soul : The O'Jays - Black Stabbers

Sepanjang akhir dekade 60’an The O’Jays sudah banyak dianugerahi oleh penghargaan bergengsi. The O’Jays berhasil mencetak beberapa single hit dan mereka juga tercatat sebagai salah satu grup soul yang paling sukses dalam menyelenggarakan tur. Hingga pada tahun 1972 The O’Jays sudah mantap memutuskan untuk pensiun dari industri musik. Anggota asli mereka Bill Isles dan Bobby Massey memutuskan keluar dan hanya tersisa 3 personil dari The O’Jays. Namun Gamble and Huff selaku manajer meyakinkan agar The O’Jays mengurungkan niatnya untuk pensiun dini. Akhirnya 3 anggota yang tersisa Eddie Levert, Walter Williams, & William Powell melanjutkan The O’Jays. Hingga follow up nya The O’Jays bisa merampungkan album studio ke-2 nya yang berjudul “Black Stabbers“.

Album yang dirilis pada Agustus 1972 ini ternyata sukses besar melebihi pencapaian album mereka sebelumnya. Lewat “Black Stabbers”, The O’Jays mampu mencetak single hit terbesar dalam sejarah karirnya. “Love Train”, “Back Stabbers”, dan “Time to Get Down” merupakan ketiga single hit yang melambungkan nama The O’Jays. Album ini juga merepresentasikan musik kulit hitam seutuhnya. The O’jays memasukan unsur perkusif tradisional afrika, permainan gitar bluesy, serta lebih concern mengangkat lirik-lirik mengenai sosial. Meskipun kehilangan 2 warna vokal, Album ini tidak sedikitpun kehilangan vokal harmoninya. Eddie, Walter, dan William secara adil membagi porsi vokalnya, dan ketiganya mampu mengaransemen pattern-pattern vokal yang mengesankan.

6. Al Green – Call Me (Hi Records)

Album Soul : Al Green - Call Me

Stax Records memang menguasai medan dari musik southern soul. Tetapi Al Green tidak bisa dipandang sebelah mata karena kontribusinya yang besar terhadap musik dari southern soul. Al green merupakan singer dan penulis lagu kelahir Arkansas, United States. Selain merilis karya-karya soul monumental. Al Green juga rajin dalam merilis album, Terhitung sudah Al green sudah merilis belasan album studio. Tetapi diantara album yang dirilis Al Green, album Call Me dianggap merupakan album terbaik yang dilepas oleh Al Green. Album Call me merupakan album studio ke-6 Al green yang dirilis tahun 1973 lewat naungan Hi Records.

Sejatinya katalog album Al green terbagi menjadi 2 bagian yakni album yang dikelompokan ke dalam musik R&B dan album yang dikategorikan ke dalam musik gospel. “Call me” dimasukan ke dalam katalog R&B, tetapi warna vokal Al Green yang becorak gospel tidak bisa berbohong. Permainan naik turun nada dari vokal Al green sangat fluid, dan seluruhnya on-point. Tempo dan nuansa keseluruhan album “Call Me” juga terdengar lebih smooth dan relaxing. Al green menyisipkan 2 track ballad yang berjudul “Funny How Time Slips Away” dan “I’m So Lonesome I Could Cry dengan nuansa semi country yang melekat. Polesan produksi dari Willie Mitchell juga memberikan nilai tambah pada album ini. Semuanya terdengar clean, jernih, dan dia juga mampu menempatkan porsi vokal Al Green menjadi yang tampil paling bersinar.

Baca Juga : Detroit Techno Dalam 5 Album!

5. Curtis Mayfield – Curtis (Curtom Records)

Album Soul : Curtis Mayfield - Curtis

Setelah sukses bersama trio grup soulnya, The Impressions. Curtis Mayfield memutuskan untuk bersolo karir. Solo karir Curtis Mayfield dimulai pada tahun 1970 dengan merilis album debutnya berjudul “Curtis“. “Curtis” dirilis di bawah naungan label miliknya sendiri, yakni Curtom Records. Album perdana dari Curtis Mayfield tersebut sukses merengkuh posisi pertama pada chart Billboard kategori R&B sebanyak 5x. Album ini juga melejitkan 2 single yang menjadi andalan di album ini, yakni “(Don’t Worry) If There’s a Hell Below, We’re All Going to Go”, dan “Move On Up”.

Kesuksesan yang direngkuh album ini tentunya tidak terlepas dari perubahan konsep musik yang diboyong Curtis Mayfield. Jika Curtis Mayfield bersama “The Impressions” memboyong konsep musik psych-soul dengan sentuhan yang funky. Album ini terdengar lebih manis dan smooth dengan perpaduan elemen Soul-pop RnB. Mayoritas tempo lagu di album ini terdengar lebih relaxing, dan tidak terlalu banyak mengandalkan funky rhythm yang upbeat. “Curtis” juga banyak menggabungkan beragam alat musik string seperti harpa, violin, dan gitar. Namun komposisi sound yang tender seperti ini tidak membuat Curtis Mayfield melunak. Secara keseluruhan tema lirik pada album “Curtis” ini masih mengangkat isu-isu politik dan sosial yang terjadi terutama pada komunitas kulit hitam pada saat itu.

4. Minnie Riperton – Perfect Angel (Epic Records)

Album Soul : Minnie Riperton - Perfect Angel

Perfect Angel” merupakan album studio ke-2 yang dirlis oleh penyanyi Soul asal Chicago, Minnie Riperton pada tahun 1974. Cukup menggelikan bila mengingat sekilas latar belakang cerita munculnya album in dengan pencapaiannya yang begitu sukses. Sebelum album ini dirilis, Minnie yang pada saat itu baru berusia sekitar 25 tahun memutuskan untuk tidak terlalu berfokus pada karir musiknya atau bisa disebut “semi-retirement”. Karena dia ingin menjalani hidupnya sebagai ibu rumah tangga. Namun kemudian Steve Slutzah perwakilan dari Epic Records mendengar lagu demo milik Riperton yang berjudul “Lie In The World”. Sehingga Epic records pun tertarik untuk mendatangkan Riperton dan akhirnya Riperton pun setuju bergabung dengan Epic Records.

“Perfet Angel” bisa dibilang merupakan album tersukses yang pernah dirilis oleh Riperton semasa karirnya. Pertama, secara pencapaian “Perfect Angel” satu-satunya album yang mampu mengantarkan Minnie meraih posisi pertama di US Billboard 200 pada kategori R&B album. Kedua, untuk pertama kalinya Minnie mampu mengajak penyanyi soul kawakan Stevie Wonder untuk memproduseri album ini bersama dengan suami Riperton, Richard Rudolph. Hasil kolaborasi ketiganya telah melahirkan album Soul colorful hasil perpaduan dari funk, folk, reggae. Selain itu pada salah satu track berjudul “The Edge of a Dream” Riperton terinspirasi dari pergerakan Civil Rights yang dipopuleri oleh Martin Luther King Jr. Sehinga “Perfect Angel” tidak hanya berisikan tembang-tembang soul yang manis dan romantis. Tetapi juga masih menaruh simpatik terhadap kesetaraan hak dari ras kulit hitam.

3. The Isley Brothers – 3 + 3 (T/Neck /Epic Records)

Album Soul : The Isley Brothers - 3 + 3

Tidak seperti kebanyakan artis soul lainnya, grup musik soul asal Ohio, The Isley Brothers mendirikan perusahaan rekamanya sendiri yang diberi nama T/Neck. T/Neck bekerja sama dengan label distributor ternama sekelas Atlantic, Island, dan Buddah Records. Tetapi menjelang perilisan album “3 + 3“. The Isley Brothers & T/Neck memutuskan untuk bekerjasama dengan Epic Records agar pendistribusian album bisa lebih meluas. “3 + 3″ merupakan album studio ke-11 dari The Isley Brothers”. Album “3+3” merupakan album resmi “The Isley Brothers” yang menampilkan formasi utama 6 orang. Setelah sebelumnya hanya dihuni O’Kelly Isley, Jr, Rudolph Isley and Ronald Isley.

Album ” 3 + 3 ” merupakan album turning point bagi “The Isley Brothers”. “3 + 3” sanggup memenuhi ekspetasi dari mayoritas fans soul yang memiliki standar tinggi terhadap output musik dan kualitas hasil rekaman. Album “3+3” memiliki hasil rekaman yang berorientasi RnB pop yang cleany bahkan kualitasnya mampu disandingkan dengan jajaran rak album soul keluaran Motown. Secara kedalaman sound, “3 + 3” memiliki range yang luas. Temponya beragam dan progressive. Terdapat beragam elemen musik dan timbre seperti funk, neo soul, rock, disco. Tetapi eksekusi dari masing-masing layer sound memiliki jalurnya tersendiri dan tidak menutupi layer sound yang lainnya. Album ini memiliki sisi eksperimental dari roster Stax Records. Tetapi album ini juga memiliki kualitas rekaman sound jernih layaknya rilisan album soul milik Motown.

2. Bill Withers – Still Bill (Sussex Records)

Album Soul : Bill Withers - Still Bill

Biasanya musisi atau penyanyi memulai kiprahnya pada usia 20’an agar jenjang karir professionalnya semakin panjang. Namun berbeda dengan Bill Withers, Bill baru terjun ke dunia musik professional ketika usianya menginjak 32 tahun. Semasa berusia 20 tahunan, Bill menghabiskan waktunya untuk mengabdi pada negara dengan bergabung bersama grup pasukan khusus Navy. Masa operasi Bill bersama Navy dimulai pada tahun 1956-1965. Kemudian 2 tahun selepas bebas tugas dari Navy, barulah Bill memulai karir musik professionalnya. Kematangan musikalitas Bill langsung terlihat sejak album perdananya, “Just as I Am” dilepas pada tahun 1972. Hampir keseluruhan lagu pada album tersebut ditulis oleh Bill seorang diri.

Kemudian setahun kemudian album “Still Bill” dilepas ke publik. Album ini langsung ditanggapi positif oleh para kritikus musik dan menganggap album ini merupakan langkah improvement dari album sebelumnya. Album ini masih merepresentasikan karakter musik soul yang dibawakan Bill. Instrumensasi yang simpel dengan lebih banyak mengandalkan alat musik traditional seperti akustik gitar, piano, dan perkusi. Corak warna musik keselurhan dari album ini juga memiliki campuran antara soul, blues, dengan folk. Bill juga memboyong lirik bertemakan sifat manusia, emosi, dan seks dari perspektif laki-laki kelas menengah yang semuanya dikemas dengan pendekatan yang romantis, dan melankolis.

1. Earth, Wind & Fire – That’s The Way Of The World (Columbia Records)

Album Soul : Earth, Wind & Fire - That’s The Way Of The World

That’s The Way Of The World” merupakan album studio ke-6 yang dirilis oleh grup musik soul asal Chicago Earth, Wind & Fire (EWF). Album ini sukses mengantarkan EWF berada pada posisi puncak Billboard dan mampu bertahan disana selama 3 minggu. Album ini juga sempat dijadikan soundtrack pada sebuah film yang memiliki judul sama dengan album ini. Film tersebut juga dirilis pada tahun yang sama ketika album ini dirilis yaitu pada tahun 1975. Album ini melejitkan 2 single yaitu “Shining Star”, dan “That’s The Way Of The World”. “Shining Star” merupakan single terbaik yang pernah dicetak oleh EWF. Lagu tersebut memiliki pengaruh sound yang beragam mulai dari James Brown, The Prince, hingga rhythm mississippi blues.

Ketika track pembuka “Shining Star” sudah memiliki beragam elemen musik yang ditawarkan. Sudah jelas bahwa album ini akan memiliki warna sound yang beragam juga secara keseluruhan. EWF tidak hanya terpaku dengan influence dari musik-musik gospel, atau musik african RnB. Tetapi mampu menjamah ke ranah yang lebih luas mulai dari jazz, bossa-nova, funk, hingga rock sekalipun. Bersamaan dengan album ini , EWF mencatatkan sejarahnya dengan menjadi grup band Amerika pertama yang mampu meraih posisi puncak pada US Chart baik dalam kategori single maupun album.

Baca Juga : Fender Rhodes : Penemuan Musik Terpenting Abad-20, Benarkah Itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published.